ALUMNI COME BACK: THE MORE YOU GIVE, THE MORE YOU GET

Words by Abdul Baits Dehana (FL.005 – Jakarta)

Menjadi bagian dari keluaga XL Future Leaders (XLFL) merupakan satu kesempatan berharga dalam hidup saya. Program ini menjadi wadah bagi anak muda mempersiapkan diri untuk menggapai cita-cita menjadi pemimpin masa depan. Dibutuhkan perjuangan dan kerja keras untuk terus mengembangkan diri serta melewati setiap tahapan proses untuk meraihnya. Namun berada dalam keluarga besar XL Future Leaders membuat proses itu terasa lebih bermakna sebagai sebuah social support system yang sangat positif, hubungan baik dan saling mendukung antara Alumni dan Students.

Dalam dua tahun ke depan, kami 150 Students XLFL Batch 5 yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia akan menjalani proses pembelajaran di XL Future Leaders yang saya yakin akan menantang untuk dijalani tetapi akan berbuah manis bagi kami disaatnya nanti. Sebagai newly inducted students, tentulah sangat perlu untuk menyiapkan diri dan juga strategi agar dapat memaksimalkan ilmu dan pengalaman yang didapatkan sehingga nantinya dapat langsung diaplikasikan.

Rasa kagum kami terhadap program ini semakin terasa ketika para Alumni menginisiasi acara sharing session yang dikemas dalam “Alumni Come Back” (ACB) yang dilaksakan pada saat workshop pertama di hari Minggu (12/2/2017). Acara ini dikoordinatori oleh Kenny Ivanzaky (FL003 – Governor Alumni Region Jabodetabek) dengan mengundang beberapa perwakilan Alumni, yang menurut saya mereka adalah anak muda yang hebat dengan pencapaian mereka yang luar biasa. Mereka adalah Akhsani Indra Waskita (FL001), Satrya Putra Adhitama (FL002), Scherzo Wahid Naiborhu (FL003) dan sebagai moderator yang tidak kalah menginspirasi adalah Annizsa Wienneta (FL003). Mereka hadir dan berbagi pengalaman mereka yang sangat menginspirasi, dimulai saat mereka mengikuti proses pembinaan di program XLFL hingga bagaimana mereka mengaplikasikannya ketika memasuki dunia kerja.

Sharing menarik tentang pengalaman mereka menapaki karir serta jatuh-bangun mereka di dunia entepreneurship membuat saya merasa sangat bersyukur bisa berada di tengah pergaulan yang apik dan saling mendukung ini. Kurikulum yang diajarkan oleh para fasilitator XL Future Leaders benar-benar sangat diperlukan dalam dunia nyata, para alumni telah membuktikannya. Kompetensi berkomunikasi secara efektif, entepreuneurship dan inovasi, serta cara memimpin perubahan merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki dan dikuasai untuk mampu bersaing menjadi pemimpin masa depan.

“Karena kegagalan terbesar sudah dilalui, maka ke depannya akan lebih mudah dijalani,” pesan Satrya Putra Adhitama (Dhito) kepada kami saat menanggapi pertanyaan bagaimana menyikapi kegagalan yang kemungkinan akan kita alami. Berusaha untuk melakukan yang terbaik adalah salah satu kuncinya, agar tidak ada kata ‘menyesal’ di kemudian hari. Kegagalan adalah suatu awal kemajuan, karena rasa gagal mengajari kita bagaimana sulitnya meraih sesuatu.

Saya sangat setuju, bahwa kegagalan akan mengajari kita banyak hal. Kalimat sederhana ini juga mendorong saya untuk mengusahakan apapun yang terbaik yang saya bisa lakukan. Mumpung masih muda usia, saatnya untuk berproses, bertumbuh dan belajar. Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru yang paling baik. Jangan pernah takut gagal, karena justru di usia saat inilah saat untuk menghabiskan jatah gagalmu. Makin sering kamu gagal, semakin kita belajar untuk bangkit, survive dan meraih sukses di masa depan.

Terima kasih untuk pengalaman yang berharga ini. Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar XL Future Leaders. Dari sini saya juga belajar bahwa berbagi pengalaman adalah penting. Dengan berbagi maka kita akan bisa memperoleh banyak masukan dari berbagai sudut pandang atas suatu isu atau permasalahan sehingga memperkaya pemahaman dan wawasan kita atas berbagai permasalah ataupun isu yang dihadapi. Dan tentunya perubahan yang kita buat akan semakin bermakna ketika kita bisa berbagi dengan sesama. Bersama menuju satu hal positif dan saling membangun satu sama lain.

And yes, the more you give, the more you get.